Kamis, 08 April 2010

Seputar Rencana Pemerintah Mengenai Mobil Murah Th. 2012

Mobil Murah Belum Terjangkau

HARGA mobil murah yang akan dipatok pada kisaran Rp75 juta – Rp80 juta saat digulirkan pemerintah pada 2012, dinilai baru bisa dinikmati segelintir masyarakat Indonesia yang penghasilannya di atas Rp8 juta per bulan.

Prediksi ini disampaikan Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuawinata yang menilai daya beli mayoritas masyarakat Indonesia masih jauh dari jangkauan untuk membeli mobil seharga Rp80 juta.

Ia mencontohkan, selama ini masyarakat yang berpenghasilan antara Rp1,5 juta – Rp2 juta per bulan masih bisa membeli motor, dengan asumsi harga motor Rp15 juta per unit.

Jadi, lanjutnya, untuk mendapatkan mobil yang harganya 10 kali lipat dari harga motor, masyarakat bersangkutan harus berpendapatan Rp 15 juta per bulan.

“Pendapatan sebesar ini baru dinikmati oleh pekerja dengan jabatan setingkat manajer,” ujar Gunadi.

Sehingga, lanjut Gunadi, jika ada segmen mobil murah yang berada di level Rp70 juta – Rp80 juta, masih akan sulit dijangkau kebanyakan masyarakat Indonesia.

MASIH SULIT
Pendapatan kebanyakan masyarakat kita yang masih dibawah Rp5 juta per bulan, rasanya masih sulit menjangkau harga mobil Rp80 juta.

Karena saat ini, penjualan kendaraan yang bukan baru (bekas) di pasaran dengan harga kisaran yang sama dengan harga mobil murah, juga tidak bergerak pasarnya.

Jadi ia memperkirakan nantinya penjualan mobil murah baru bisa dinikmati oleh masyarakan yang berpenghasilan cukup layak.

Pada kesempatan itu, Gunadi memperkirakan pasar sektor otomotif di tanah air pada tahun 2010 diperkirakan tumbuh paling tidak 15% hingga 20%.

Ia juga memperkirakan penjualan mobil akan tembus 660.000-680.000 unit dan kendaraan roda dua diatas 6,5 juta unit.

Sementara itu, penggunaan istilah mobil murah dinilai tidak tepat oleh Direktur Alat Transportasi dan Kedirgantaraan Kementerian Perindustrian Panggah Susanto.

Menurutnya, istilah mobil murah tersebut akan memberi kesan murahan pada produk mobil yang akan dirancang ramah lingkungan tersebut.


Walaupun Murah Harus Tetap Elegan
MOBIL boleh murah, tetapi penampilan tetap harus elegan. Dari hasil survey, mobil jenis inilah yang dimaui masyarakat Indonesia, kata Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian.

Karena itu Kementerian Perindustrian berencana konsep produksi mobil murah dan ramah lingkungan versi Indonesia harus lebih elegan ketimbang mobil murah India, Tata Nano dan spesifikasinya lebih lengkap.

“Konsumen Indonesia lebih percaya pada mobil yang kelasnya lebih dari Tata Nano. Mereka itu tipikalnya, lebih bergengsi, aman, tapi murah,” kata Budi, baru-baru ini.

Menurutnya, masyarakat Indonesia juga lebih suka kalau produk mobil yang dibelinya lebih mahal sedikit asal bisa bergaya dan aman. Untuk itulah, pemerintah memperkirakan pantokan harga jual mobil murah dan ramah lingkungan akan berkisar Rp70-80 juta.

Saat ini, lanjutnya, sudah empat produsen yang berminat untuk memproduksi mobil ini, diantaranya Daihatsu, Nissan, Toyota, dan Suzuki. Kebutuhan atas mobil ini diperkirakan sebanyak 300 ribu unit per tahun.

100 JUTA DOLAR AS

Guna memproduksi mobil ini, Budi mengatakan sedikitnya dibutuhkan investasi lebih dari 100 juta dolar Amerika. Dan realisasi produksi perdana mobil ini Ia memprediksikan butuh waktu sekitar 1,5 tahun lagi.

Dengan adanya produksi mobil nasional yang murah dan ramah lingkungan, Budi yakin akan terjadi multiplier effect dengan tumbuhnya industri komponen otomotif terutama sector powertrain, mengingat produsen mobil disyaratkan untuk memenuhi kandungan lokal sekitar 60-80 persen.

”Komponen powertrain saja mencapai 30 persen. Untuk mencapai komponen lokal 80 persen, maka perlu ada pabrik powertrain di Indonesia,” katanya.

Bagi produsen otomotif yang memproduksi mobil murah, pemerintah akan tetap memperhatikan dengan memberi insentif fiskal berupa pembebasan pajak kendaraan, baik yang ditarik oleh pemerintah pusat maupun daerah. ”Akan ada insentif pajak kendaraan dan pajak penghasilan, tapi masih dikaji bagaimana bentuk nya,” ujarnya.

(sumber : www.poskota.co.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar