Selasa, 06 April 2010

Toyota AS Terkena Denda Sekitar Rp 148,2 Miliar

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai bahwa Toyota Motor Corp. sengaja menutup-nutupi kesalahan pada beberapa produknya sehingga membahayakan konsumen (dangerous defect). Maka, sebagai ganjaran, produsen otomotif terbesar di dunia asal Jepang itu diusulkan harus membayar denda US$16,4 juta (sekitar Rp 148,2 miliar) kepada pemerintah AS.

Demikian keputusan yang diumumkan oleh Menteri Transportasi AS, Ray LaHood, Senin 5 April 2010. Keputusan itu merupakan tanggapan pemerintah AS mengenai keluhan para konsumen Toyota di Amerika atas cacat produk pada mobil baru mereka yang bisa membahayakan keselamatan.

Pimpinan Toyota sendiri telah mengakui adanya beberapa kesalahan dalam sejumlah produk baru mereka, seperti Camry dan Corolla. Kesalahan terletak pada masalah pedal gas, desain karpet yang mengganggu kerja pedal gas, dan sistem pengereman. Kesalahan-kesalahan itu dinilai telah membahayakan keselamatan pengendara.

Selain pemberian denda, LaHood menyatakan tidak tertutup kemungkinan bahwa Toyota bisa mendapat hukuman tambahan mengingat masih berlangsungnya penyelidikan pemerintah atas masalah cacat produk.

LaHood mencatat bahwa Toyota sebenarnya telah tahu atas masalah pada pedal gas yang sulit kembali ke posisi normal (sticky pedal gas) dari sejumlah model pada September tahun lalu. Namun Toyota tidak segera mengumumkan penarikan produk (recall) hingga akhir Januari. Masalah gangguan pada pedal gegas ditemukan di 2,3 juta unit mobil buatan Toyota.

"Kami kini punya bukti bahwa Toyota lalai untuk mematuhi kewajiban hukum," kata LaHood. "Lebih parah lagi, mereka sengaja menutup-nutupi kesalahan pada produk, yang berbahaya bagi konsumen selama berbulan-bulan, dari aparat berwenang AS dan tidak bertindak untuk melindungi jutaan pengemudi dan keluarga mereka," lanjut LaHood.

Oleh karena itulah, menurut LaHood, Toyota pantas diganjar denda US$16,375 juta. Pemerintah AS juga pernah mendenda General Motors pada 2004 sebesar US$1 juta karena dianggap lamban melakukan recall atas hampir 600.000 unit mobilnya karena masalah pada pembersih jendela bagian depan (windshield wiper).

Pimpinan Toyota diberi waktu dua pekan untuk menerima atau menggugat putusan sanksi dari pemerintah AS. Toyota tidak saja bermasalah dengan pemerintah AS, namun juga tengah menghadapi gugatan hukum dari para konsumen di AS.

Akibat masalah faktor keselamatan yang tidak layak, Toyota Motor Corp. telah menarik lebih dari 6 juta unit mobilnya di pasar AS dan lebih dari 8 juta unit di pasar manca negara.

(sumber : Yahoo News)

Jumat, 02 April 2010

Tes Daihatsu Terios TS A/T

Setelah sukses meluncurkan Terios TX A/T, maka PT DAIHATSU ASTRA MOTOR (ADM) mencoba untuk memberikan sesuatu bagi para pembeli varian termurah pada Terios yaitu tipe TS dengan transmisi matik.

Lalu bagimana dengan performanya ? Apakah sama dengan tipe TX ? Dan bagaimana perbedaannya dengan yang manual ? Untuk itu saya mendapatkan hasil tesnya sebagai beikut :
Pada saat dicoba di jalan datar sih relatif enggak menemui masalah. Hanya pada saat akselserasi tarikan Terios TS matik ini tak segahar yang manualnya. Injak poll!!! Mesin pun meraung dan mobil pun berlari, perpindahannya memang tak terlalu halus, meski hentakannya pun tak tergolong mengganggu.

Bejek santai? Hmm, lumayan enak buat jalan-jalan. Sepertinya mobil 7 seater ini pas juga untuk ibu-ibu mengantar anaknya ke sekolah atau sekadar mengunjungi pusat perbelanjaan.






Walau di jalan jelek suspensinya masih oke juga, apalagi postur jangkung membuat pengemudinya lebih pede melewati jalan berlubang atau aspal rusak seperti rute Jakarta-Anyer, misalnya.

Perpindahan transmisi pun masih baik di jalan datar, hanya di tanjakan, pilihan untuk memindahkan tuas dari D ke 3 atau 2 saat menanjak lebih enak dibandingkan mengandalkan menginjak pedal gas lebih dalam agar terjadi efek kick down.

Sementara pada jalan menurun, ada efek engine brake dari transmisi Terios TS ini yang sangat membantu pengereman di turunan. Namun, jika terlalu curam sebaiknya lakukan downshift dengan memindahkan ke posisi 2 atau bahkan lebih rendah lagi.

Dibawah ini adalah tabel rangkuman dari hasil tes yg saya peroleh :

Hasil Tes
Akselerasi
0-100 km/jam 15,2 detik
40-80 km/jam 6,3 detik
0-402 m 21,1 detik
Pengereman
100-0 km/jam 44 m
konsumsi bahan bakar (liter/km)
dalam kota 1/9,6
Konstan 100 km/jam 1/13,8
Luar kota 1/14,7

Minggu, 27 Desember 2009

Mengupas Diesel Common Rail Captiva VCDi


General Motor AutoWorld Indonesia telah meluncurkan Chevrolet Captiva Diesel. Kendaraan ini menggunakan mesin diesel 2.000 cc jenis VCDi (Variable Common-rail Direct Injection) dengan teknologi variable turbine geometry, common rail, dan direct injection yang mengeluarkan tenaga sebesar 150 hp beserta torsi sampai dengan 320 Nm.

Rekomendasi bahan bakar menggunakan Pertamina DEX, SHELL Diesel atau PETRONAS Diesel, yaitu jenis solar yang lebih encer dengan kadar sulfur rendah.


Apakah Diesel Common Rail itu ?

Tujuan utama dari sistem common rail adalah:

  1. Aturan emisi gas buang untuk mesin diesel.
  2. Perbaikan pemakaian bahan bakar.
  3. Mengurangi tingkat kebisingan suara.
  4. Tenaga mesin yang lebih besar.

High Pressure PumpSistem ini menggunakan accumulation chamber yang disebut rail. Pada Chevrolet Captiva Diesel rail memiliki tekanan bahan bakar mencapai 1.600 bar yang berasal dari high pressure pump. Maka umumnya pada diesel berteknologi ini ada dua pompa yang bertugas mengantarkan bahan bakar, yaitu fuel pump yang biasanya terletak pada tangki bahan bakar dan high pressure pump yang memberikan tekanan tinggi pada rail tersebut. Setelah bahan bakar berada pada rail, injector dikontrol secara elektronik oleh solenoid valve yang bertugas menyemprotkan bahan bakar bertekanan tersebut ke dalam silinder. Oleh karena pada seluruh injector tersebut memiliki tekanan yang sama, maka disebutlah common rail.

Rail

Engine Control Module (ECM) bertugas mengkontrol sistem penyemprotan seperti tekanan injeksi, jumlah injeksi, dan timing injeksi. Keuntungan dari kontrol ini:

  1. Tekanan penyemprotan: Memungkinkan penyemprotan tekanan tinggi pada saat putaran mesin rendah dan mengoptimalkan pengurangan partikel gas buang dan NOx.
  2. Jumlah penyemprotan: Memungkinkan adanya penyemprotan awal sebelum penyemprotan utama. Efeknya adalah pengurangan vibrasi dan kebisingan mesin.
  3. Timing penyemprotan: Memungkinkan waktu penyemprotan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.

Teknologi common rail yang lebih maju lagi memungkinkan lima kali penyemprotan dalam satu kali putaran piston (stroke).

Berikut gambaran umum sistem common rail

common rail

  1. Fuel Tank
  2. Overall Immersed Pump Complete With Level Indicator Command
  3. Fuel Introduction Pipe
  4. Multifunctional Valve
  5. Cartridge For Diesel Filter
  6. Pressure Pump
  7. High Pressure Connecting Pipe
  8. Allotment Collector
  9. Electronic Injectors
  10. Electronic Injectors Recycle
  11. Return Collector (Low Pressure)
  12. Pressure Regulator
  13. Fuel Temperature Sensor
  14. Fuel Pressure Sensor
  15. Diesel Heater
  16. Heat Switch

Apakah Mesin Diesel Common Rail itu Bersih dan Ramah Lingkungan ?
Selama ini masyarakat Indonesia mengidentikkan mobil berbahan bakar solar sebagai sumber polusi udara. Mobil solar bak cumi-cumi yang hidup di daratan.

Saat diluncurkan pada tahun 2008 ini, Chevrolet mencoba mengubah citra tersebut dengan mengeluarkan produk New Chevrolet Captiva 2.0L VCDi yang berbahan bakar solar. Sport Utility Vehicle (SUV) ini memiliki beberapa item yang membuatnya ramah lingkungan, hemat energi, dan berdaya tahan tinggi, seperti comman-rail system berfungsi meminimalisasi suara kasar dan getaran tinggi.

Aftersales Director PT General Motors Auto World Indonesia, FA Suwardji Wirjono, mengatakan mobil berkursi tujuh ini menawarkan kenyamanan setara sedan. Selain itu, dia menuturkan kendaraan berstandar Euro III tersebut juga dilengkapi dengan coil spring self leverlizer rear suspension. Ini untuk menjaga kestabilan kendaraan, saat ada muatan berlebih di belakang. Saat mobil berjalan, posisi mobil tidak akan condong ke belakang. Dengan susppensi tersebut, posisi badan mobil kembali lurus.

“Captiva 2.0L ini merupakan satu-satunya mobil di Indonesia yang dilengkapi dengan seat belt pretensioners. Jadi, saat kecelakaan, sandaran jok mobil akan memendek, sehingga tidak merusak tulang punggung. Untuk kenyamanan lainnya, di dalam dashboard ada kulkas kecil untuk empat kaleng minuman,” ujar Suwadji saat peluncuran Captiva 2,0L VCDi di Kemang Jakarta, Rabu (16/4).

Kendaraan Family Adventure tersebut ditawarkan dengan harga yang cukup kompetitif. Dengan mengambil target profesional, senior manager, dan business owner. Namun, di Indonesia kendaraan ini masih memiliki kendala pada kualitas bahan bakar.

Sebenarnya, lanjut Suwadji, mobil ini dapat diisi dengan bahan bakar biofuel Ethanol lima persen dan Pertamina DEX. Tapi kendaraan ini masih dapat diisi dengan solar biasa.”Sayangnya, kadar sulfur di solar kita masih tinggi, sehingga perawatannya harus lebih sering untuk menghindari kerusakan,” kata dia.


Apakah Variabel Geometry Turbocharger (VTG) ?

Chevrolet Captiva Diesel VCDi (Variable Common-rail Direct Injection) mengusung teknologi Variable Turbine Geometry (VTG) dikenal juga dengan Variable Nozzle Turbine (VNT), Variable Area Turbine Nozzle (VATN), Variable Geometry Turbo (VGT), dan Variable Vane Turbine (VVT). Pada dasarnya part yang dimaksud sama hanya istilahnya yang berbeda-beda untuk setiap produsen kendaraan.

Apa yang membedakan teknologi turbocharger umum yang sering kita dengar dengan VTG ini?

Turbocharger yang umum memiliki kekurangan pada kecepatan mesin yang rendah, mesin tidak ada tenaga tambahan. Sebaliknya, turbocharger yang di-desain untuk kecepatan mesin yang rendah, bekerja terlalu maksimal pada kecepatan mesin yang tinggi. Maka dulu pernah diperkenalkan teknologi biturbo (dikenal juga sebagai sequential twin-turbo) menggunakan dua buah turbo sekaligus. Intinya pada twin-turbo tersebut setiap turbo memiliki range kerja masing-masing. Primary turbo bekerja pada kecepatan mesin rendah, sedangkan secondary turbo hanya mulai bekerja pada saat kecepatan mesin memasuki RPM tinggi. Hal ini sebagai usaha menambahkan kekurangan tenaga pada RPM rendah sekaligus meminimalisasi turbo lag.

Sedangkan pada VTG, apa yang ingin dicapai dengan biturbo dibuat dalam satu turbo saja dengan usaha mengarahkan aliran buangan kepada sirip-sirip turbin menjadi dinamis seiring dengan pertambahan kecepatan. Hasilnya? Turbo lag yang minim, boost threshold yang rendah, serta lebih efisien pada kecepatan mesin yang tinggi. Selain itu dengan VTG banyak konfigurasi mesin tidak memerlukan lagi wastegate, tetapi ini tergantung lagi dengan kemampuan boost VTG itu sendiri.

Posisi tertutup, optimalisasi untuk RPM rendah dengan aliran udara buangan memaksa turbin berputar lebih cepat.

vtg diagram closed

Posisi terbuka, aliran gas buang langsung diteruskan ke sirip-sirip turbin.

vtg diagram open


Komparasi Dengan Toyota Fortuner Diesel 2.5 D-4D

Banyak pabrikan mobil kini bermain di mesin diesel, bahkan menjurus lebih serius. Seperti Toyota sampai memberi saham Isuzu Motor Co., Jepang yang memiliki image kuat di mesin diesel. GM pun pernah menggandeng Isuzu untuk produk Chevrolet dengan mesin bensin dan Trooper untuk dieselnya.

Kini, kedua ATPM itu sama-sama mempunyai SUV bermesin minum solar. GM dengan andalannya, Captiva dan Toyota punya senjata Fortuner. Kedunya diajak tes jalan untuk menguji tenaga dan kenyamanannya.

Lebih Berat Tapi Irit

Ditilik dari tenaga, sebenarnya kedua SUV ini tidak head on. Captiva mengusung mesin 4 inline 1.991 cc turbo, sedang Fortuner 4 inline 2.494 cc turbo.

chevro captiva20 clip image001

Kendati kapasitas dapur pacu kecil, tapi menggunakan teknologi canggih. Captiva 2.0 VCDi dilengkapi sistem common-rail dan Variable Geometric Turbocharger (VGT). Tak heran, tenaga yang dimuncratkan mencapai 150dk, unggul hampir separuhnya dari Fortuner (102 dk) yang berteknologi serupa.

Pemakaian VGT membuat tekanan udara yang dipampatkan ke ruang bakar menjadi lebih konstan di berbagai putaran. Ditunjang power to weight ratio yang kecil 12 kg/dk membuat akselerasi Captiva 0-100 km/jam dicapai 10,5 detik.

Sementara Fortuner, minimnya tenaga, dengan bobot 1,8 ton (sama dengan Captiva) membuat power to weight ratio berada di angka 17,7 kg/dk. Wajar, bila akselerasi 0-100km/jam dicapai 18,9 detik.

Tapi, Fortuner bukan mengejar akselerasi. Mesin D-4D (Direct 4Stroke Diesel) dengan turbo dan common-rail menawarkan sifat ramah lingkungan.

Ada asumsi, tenaga yang besar menyedot konsumsi cukup banyak alias boros. Ternyata image itu dihapus dan Captiva mencatat 9,7 km/l ketika melalui rute kombinasi, sedang Fortuner mematok 9,2 km/l.Cukup masuk akal, terutama buat Fortuner karena berpenggerak roda belakang yang memiliki kerugian mekanis lebih tinggi ketimbang Captiva dengnan gerak roda depan.

Keuntungan lain diraih Captiva dengan kombinasi tenaga dan torsi yang besar, membuatnya enteng dipasang transmisi otomatis 5-speed. Kendati dilengkapi Tiptronic, efek engine brake tak mampu dihasilkan Captiva membuat kerja rem kian berat ketika melintasi jalan turunan cukup panjang.

Fortuner saat dilakukan tes pengereman dari 100-0km/jam, butuh jarak 51,64 km. Fitur ABS + EBD semakin mempertebal kepercayaan pengemudi, sekaligus mengantisipasi roda depan terkunci saat pengereman di jalan basah.

Jok Kurang Nyaman

Selama pengetesan di berbagai kondisi jalan, Captiva belum belum mampu memberikan posisi duduk yang nyaman. Terutama pada paha karena lapisan jok yang datar. Padahal, tersedia fasilitas mengatur ketinggian bangku, lumbar support dan tilt steering.

Beda dengan Fortuner. Fasilitas seperti di Captiva tidak sebanyak itu, dan dirancang lebih baik. Sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jauh.

Untungnya, ketidaknyaman di Captiva dibayar dengan bantingan suspensi yang terasa pas. Modelnya yang aerodinamis membuat Captiva tetap nyaman dipacu hingga 150 km/jam di jalan tol.

Dari hasil tes jalan, disimpulkan Captiva dengan tenaga yang besar, konsumsi bbm irit dan kenyamanan yang bagus menjadi daya tarik tersendiri. Sementara Fortuner memberi kelebihan dalam akomodasi, daya tahan dan image.

Jumat, 25 Desember 2009

Tips Memilih Oli Mobil

Sejauh mana anda mengenal pelumas / oli yang sering anda pakai untuk ganti oli setiap 2-3 bulan atau bahkan tiap bulan pada kendaraan anda?
Kebanyakan dari kita memilih oli hanya berdasarkan parameter SAE yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan kita yang biasanya tertulis 5W50, 15W50, 15W40, dst. padahal ada hal lain yang tak kalah penting untuk mengetahui KUALITAS dari pelumas yang kita gunakan yaitu sertifikasi API (American Petroleum Institute), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d' Automobiles), ILSAC (Eropa), JASO (Japan Automotive Standard Organization) dan beberapa sertifikasi lain yang dikeluarkan khusus oleh perusahaan manufaktur/produsen untuk melegitimasi penggunaan pelumas tersebut atau yang berarti bahwa pelumas tersebut telah diuji dan dinyatakan disetujui atau approved oleh produsen untuk digunakan pada kendaraan produksi mereka.
FUNGSI OLI
Pada umumnya kita beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada Dinding Mesin.
Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan, sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.
Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.

Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.

MEMILIH OLI
Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tentunya akan membuat kita sedikit bingung, karena semua produsen oli pasti mengatakan oli mereka yang paling bagus. Namun ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan acuan antara lain, kenali karakter kendaraan anda, spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendaraan (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).
PERHATIKAN PERUNTUKAN DAN KUALITAS PELUMAS
Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel, 2 tak atau 4 tak, peralatan industri, dan sebagainya.
Kualitas dari oli sendiri pada umumnya ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. Contoh API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.
Ada dua kelompok kategori API service yaitu:
1. Kategori API Service untuk pelumas kendaraan berbahan bakar bensin
2. Kategori API Service untuk pelumas kendaraan bermesin diesel

API SERVICE PELUMAS MESIN MOBIL BERBAHAN BAKAR BENSIN
- SL = dapat dipakai untuk semua mesin mobil berteknologi baru
dan sebelumnya. Diperkenalkan pada tanggal 1 juli 2001, Pelumas berkategori SL dirancang untuk memberikan kontrol endapan temperatur tinggi yang lebih baik dan dirancang untuk penggunaan pelumas yang lebih irit. Pada beberapa oli telah memenuhi sertifikasi ILSAC atau kualifikasi sebagai hemat energi

- SJ = untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya
- SH = untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya
- SG = untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya
- SF = untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya
- SE = untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya
- SD = untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya
- SC = untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya
- SB dan SA = sudah tidak direkomendasikan

API SERVICE PELUMAS MESIN MOBIL DIESEL
- CI-4 = Diperkenalkan pada tanggal 5 september 2002, untuk
mesin 4T, kecepatan tinggi. Diformulasikan untuk mempertahankan daya tahan mesin. Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4

- CH-4 = Diperkenalkan pada tahun 1998, untuk mesin 4T,
kecepatan tinggi. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, CF-4, dan CG-4

- CG-4 = Diperkenalkan pada tahun 1995, untuk mesin 4T, beban
berat, kecepatan tinggi yang menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur 0.5%. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, dan CF-4

- CF-4 = Diperkenalkan pada tahun 1990, untuk mesin 4T kecepatan
tinggi dengan turbo charger maupun gas buang biasa. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, dan CE

- CF-2 = Diperkenakan tahun 1994, untuk mesin beban berat 2T,
Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD-II

- CF = Diperkenalkan pada tahun 1994, untuk kendaraan off-road,
mesin diesel indirect-injection dan mesin diesel lainnya yang menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur diatas 0.05%. Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD

- CE = Diperkenalkan pada tahun 1987, untuk mesin 4T, kecepatan
tinggi dengan turbo charger maupun gas buang biasa. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CC, dan CD

- CD-II = Diperkenalkan pada tahun 1987 untuk mesin 2T
- CD Diperkenalkan pada tahun 1955. Untuk mesin turbocharger
maupun gas buang biasa

- CC = untuk mesin yang diperkenalkan pada tahun 1961
- CB dan CA = sudah tidak direkomendasikan

API SERVICE GANDA
Pada sebagian besar oli mobil biasanya API Servicenya ada dua. Sebagai contoh API SL/CF. Artinya: API yang pertama menunjukkan penggunaan utama oli tersebut yaitu pada mesin bensin dengan kualifikasi SL namun dalam kondisi darurat oli tersebut masih dapat digunakan pada mesin diesel dengan kualifikasi CF. Demikian pula sebaliknya.

PILIH KEKENTALAN PELUMAS YANG TEPAT
Tingkat kekentalan pelumas yang juga disebut "Viscosity-Grade" adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu
Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.
Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.
Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.


PETUNJUK SAE GRADE PELUMAS MOTOR UNTUK KENDARAAN PENUMPANG
Grade Pelumas terbagi atas singlegrade / monograde seperti SAE 15 dan SAE 50 (digunakan pada temperatur ektrim) serta multigrade seperti SAE 5W-50 dan 15W-50 banyak digunakan (kecuali pada temperatur yang sangat panas atau sangat dingin) karena pelumas ini cukup encer untuk mengalir pada temperatur rendah dan cukup kental untuk bekerja secara memuaskan pada temperatur tinggi.
Lebih jelasnya kita gunakan ilustrasi berikut:
Ada 3 Oli, 1 multigrade, 2 monograde
Oli 1 SAE 15 (encer)
Oli 2 SAE 50 (kental)
Oli 3 SAE 15W50 (multigrade)

ketiga Oli tersebut dibawa tempat bersuhu dingin maka:
Oli 1 (SAE 15) akan lebih kental karena dingin
Oli 2 (SAE 50) dapat membeku karena asalnya sudah kental
Oli 3 (SAE15W50) kekentalannya akan sama dengan Oli 1 (SAE15)

Sekarang ketiga Oli tersebut dibawa ke tempat yang bersuhu panas, maka:
Oli 1 (SAE 15) menjadi sangat encer bahkan bisa menguap semua
Oli 2 (SAE 50) menjadi lebih encer
Oli 3 (SAE 15W50) kekentalannya sama dengan Oli 2 (SAE 50)

OLI MINERAL VS OLI SYNTHETIC
Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya.

Keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :
- Lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile)
sehingga kadar penguapan rendah

- Mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
- Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
- Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi
gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin

- Tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama
sehingga lebih ekonomis dan efisien

- Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan
mesin lebih dingin

- Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan
mesin dari kerak


Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthetic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin).

Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.

Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran dengan mineral oil) atau fully-synthetic.

Oli fully synthetic harganya bisa 2X - 4X lebih mahal dari yang semi synthetic.
Oli semi synthetic harganya bisa 2x lebih mahal dari oli mineral.
Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.

PERHATIKAN KEMASAN PELUMAS DAN HINDARI PELUMAS PALSU
Belilah pelumas yang dikemas dengan baik, masih tersegel dengan rapi, terdapat identitas perusahaan dan tujuan penggunaan. Hindari pembelian barang yang sudah cacat kemasannya. Belilah pelumas pada Agen resmi atau di tempat-tempat yang dapat dipercaya menurut anda atau rekomendasi dari rekan anda.

Sekarang anda tentu lebih paham dibanding sebelumnya mengenai kualitas oli. Jadi untuk saat ini oli yang beredar di Indonesia untuk mesin bensin API service SL ke bawah sedangkan untuk mesin diesel API Service CH4 ke bawah. Sebaiknya anda menggunakan oli yang memiliki sertifikasi API yang paling tinggi karena akan memberikan hasil lebih baik bagi kendaraan anda baik dari sisi performa maupun maintenance terhadap kendaraan dalam jangka panjang.
Oli synthetic memang lebih mahal dibanding oli mineral namun kita dapat memilih semi synthetic yang lebih bagus dari oli mineral dan lebih ekonomis dari oli synthetic.

Tips Memgemudi Aman & Efisien

  1. Pengecekan Bagian Luar Mobil
  2. Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.

    Pengecekan Ban Kembang ban
    Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar.

    Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban.

    Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.

    Pengecekan Mesin
    Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.

  3. Pengecekan Dalam Mobil
  4. Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis.

    Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.

  5. Posisi Duduk
  6. Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:

    1. Komunikasi
      Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil.
    2. Kenyamanan
      Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh.
    3. Kontrol
      Sabuk PengamanMudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.

    Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:

    Sabuk Pengaman
    Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya.

    Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat.

    Jarak Kursi
    Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.

    Sandaran Kursi
    Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.Jarak ke kemudi

    Jarak Tubuh & Kemudi
    Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.

    Posisi Penahan Kepala
    Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala.

    Ketinggian Kemudi
    Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.

    Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:Indikator Dashboard

    Pengecekan Instrumen Dashboard
    Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.

    Pengaturan Kaca Spion
    Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.

    Pengecekan Lampu-lampu
    Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.

  7. Olah KemudiOlah Kemudi
  8. Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir.

    Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian.

    Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:

    1. Tarik-Dorong Setir
    2. Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi.
    3. Silang
    4. Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.
  9. Teknik Pengereman
  10. Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).

    ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.
    Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.

    EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.

    Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.

  11. Scanning
  12. Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.Blind Spot

  13. Blind Spot
  14. Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.

  15. Safe Following Distance
  16. Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:

    Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.
    Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’.
    Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.

  17. Safe Stopping Distance
  18. Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.Parkir

  19. Parkir
  20. Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar berikut:

Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:

  • Pastikan kondisi mesin selalu prima.
  • Jaga putaran mesin tetap rendah.
  • Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
  • Gunakan pengereman dengan mesin.
  • Tekanan udara ban selalu normal.
  • Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.
  • Matikan AC jika tidak diperlukan.
( sumber : Toyota Smart Driving)

Sewa H2 30 Juta / 10 Jam



Mau merasakan sensasi limusin Hummer H2 supermewah ala seleb tanpa memilikinya? Bisa saja! Syaratnya, sediakan dana Rp 30 juta untuk 10 jam. Itulah yang ditawarkan oleh PT Andi Arta, anak usaha dari Aldira Group yang bergerak di bidang penyewaan mobil mewah.

Mobil berdimensi panjang 8,37 meter, lebar 2,18 meter dan tinggi 2,05 meter ini sengaja diboyong ke Indonesia untuk menyaring konsumen yang ingin tampil beda. Nantinya, PT Andi Arta (AA) hanya akan menyediakan satu mobil eksklusif ini untuk dioperasikan di Bali.

"Kami akan mengirim unit ini ke Bali pada pekan pertama Desember. Setelah itu, sudah bisa dipesan. Sebenarnya sudah banyak yang mau, tapi masih kita susun jadwalnya," ujar Dionisius Bambang, Direktur AA, di sela-sela peluncuran produk Hummer H2 Limousine ini di ruang pamer RHYS Butique, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (20/11).

Dion menjelaskan, Bali dipilih duluan sebagai sasaran utama penyewaan Hummer Limo karena potensi pasarnya yang besar. Dengan semakin kondusifnya Pulau Dewata sebagai tujuan pariwisata dunia, permintaan persewaan produk ini semakin tinggi.

"Bagi orang yang ingin merasakan sesuatu yang eksklusif, limo bisa menjadi pilihan. Misalnya acara khusus pernikahan. Banyak konglomerat dan artis dunia datang ke Bali. Sayang, kurang terekspos. Ini yang kita bidik," lanjut Dion.

Hummer H2 Limousine mengusung mesin 6.200 cc, V8, menghasilkan tenaga 325 PS @5.200 rpm, transmisi otomatis 4-percepatan dan gerak semua roda atau 4-wheel drive (4WD).

Fitur mewah yang diusung Hummer H2 Limo ini adalah sunroof, seluruh jok berlapis kulit untuk 15 penumpang, 3 TV LCD, CD/DVD surround sound system, lampu neon di interior, champagne glass holder, kulkas, dan telepon sistem interkom.

Dijual 4,5 miliar
Bagaimana kalau ada orang yang ingin memiliki? "Bisa saja kalau ada orang yang mau memiliki produk ini. Kita akan impor dari Australia dalam bentuk CBU. Harganya sekitar Rp 4,5 miliar. Syaratnya, harus sabar menunggu (inden) selama tiga bulan,” tutup Dion. Ada yang berminat?

Cadilac Escalade Hybrid

Mobil yang hemat bahan bakar hingga 50% jika digunakan di dalam kota ini dibanderol dengan harga US$71.685 di Amerika Serikat (AS). Dengan harga tersebut Escalde Hybrid jauh lebih mahal US$3.600 dibanding dengan Escalade standar.

"Cadillac sangat bangga dapat menawarkan mobil di segmen SUV mewah yang hemat bahan bakar dalam persaingan pasar otomotif yang sangat kompetitif saat ini," ujar General Manager Cadillac AS Jim Taylor.

Fitur terbaru yang dimiliki Escalade Hybrid antara lain teknologi GM advanced Two-Mode Hybrid, yang mampu menghemat bahan bakar sampai 20-21 mil per galon untuk penggunaan di dalam kota atau jalan tol. Sistem hybrid akan bekerja pada saat mobil Escalade ini menggunakan tenaga baterai pada kecepatan rendah.

Escalade Hybrid juga menggunakan teknologi Active Fuel Management yang membuat mesin Vortec V-8 bekerja dengan empat silinder pada saat kondisi tertentu untuk menghemat bahan bakar. Escalade Hybrid menawarkan sebuah mobil yang mewah tapi hemat bakar.

Fitur lainnya yang merupakan pilihan (optional), yaitu four-wheel drive dan power running boards.